UH-OOH!

The size of your web browser is too small for our website. Please consider resizing it bigger for best browsing experience.


Copyright © 2018 KISFM

Loading..

PEKAN HALAL INDONESIA 2026 INTEGRASIKAN INDUSTRI HALAL DAN PENDIDIKAN GLOBAL DALAM SATU PLATFORM STRATEGIS

Launching Pekan Halal Indonesia (PHI) 2026 dan EduNation Festival telah sukses diselenggarakan di Aula Graha Utama Gedung A, Komplek Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sebagai momentum awal penguatan kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem halal dan pendidikan yang terintegrasi di Indonesia. Penyelenggaraan ini sekaligus menegaskan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai strategic partner dalam menghadirkan platform yang menghubungkan industri halal, gaya hidup modern, pendidikan, serta pengembangan generasi muda, sejalan dengan potensi besar Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia untuk menjadi pusat pertumbuhan ekosistem halal global yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi masa depan

Mengusung semangat kolaborasi lintas sektor, Pekan Halal Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan layanan halal, tetapi juga menjadi ruang pertemuan strategis bagi pelaku
industri, institusi pendidikan, komunitas kreatif, regulator, hingga generasi muda untuk bersamasama membangun masa depan ekosistem halal Indonesia.

Direktur PT Debindo selaku penyelenggara, Vibiadhi Swasti Pradana, menjelaskan bahwa Pekan Halal Indonesia hadir sebagai pelengkap ekosistem event halal nasional dengan menawarkan
diferensiasi melalui integrasi sektor bisnis, edukasi, dan gaya hidup.

“Pekan Halal Indonesia hadir untuk mengisi ruang yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam berbagai pameran halal yang ada. Kami menghadirkan platform yang tidak hanya mempertemukan pelaku usaha dan pasar, tetapi juga mengintegrasikan edukasi, literasi halal, sertifikasi, hingga penguatan gaya hidup halal modern,” ujarnya.

Menurutnya, konsep ini menjadi semakin relevan di tengah perkembangan industri halal yang terus bergerak menuju pendekatan yang lebih inklusif dan dekat dengan generasi muda.

Melalui kolaborasi dengan berbagai strategic partner, termasuk mendorong partisipasi lembaga seperti KNEKS dan BPJPH, PHI 2026 diharapkan dapat memperkuat edukasi publik terkait
sertifikasi halal, literasi industri syariah, dan peluang pengembangan bisnis halal di Indonesia.

Sebagai representasi perkembangan gaya hidup halal yang semakin dekat dengan generasi muda, PHI 2026 menghadirkan Halal Kulture, sebuah ruang eksplorasi gaya hidup halal dengan
pendekatan yang segar, interaktif, dan relevan dengan tren masa kini. Mengusung konsep experiential exhibition, Halal Kulture akan menghadirkan berbagai program seperti Faedah Talkz,
Creative Space, Outdoortainment, hingga Community Space yang dirancang untuk memberikan pengalaman baru sekaligus memperkuat pemahaman bahwa halal kini telah menjadi bagian dari
identitas dan budaya hidup modern.

Melengkapi pengalaman tersebut, GlamLocal hadir sebagai zona pameran modest fashion dan aksesoris yang menampilkan berbagai brand pilihan dengan beragam penawaran menarik bagi
pengunjung. Area ini menjadi wadah bagi perkembangan industri fesyen muslim Indonesia yang terus tumbuh dinamis, sekaligus menghadirkan pengalaman berbelanja yang memadukan gaya,
kreativitas, dan nilai-nilai modest lifestyle.

Sementara itu, kolaborasi bersama Deatextile diwujudkan melalui Textile Trade Event by Deatextile, sebuah zonasi khusus yang berfokus pada industri tekstil dan modest fashion muslim.
Inisiatif ini dihadirkan sebagai ruang strategis yang mempertemukan pelaku industri, brand, buyer, serta inovator tekstil untuk memperkuat rantai pasok dan mendorong pertumbuhan ekosistem
modest fashion Indonesia di tingkat nasional maupun global.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, PHI 2026 diselenggarakan Bersama EduNation Festival, sebuah pameran pendidikan Islam berskala internasional yang akan mempertemukan
institusi pendidikan, universitas global, tenaga pendidik, pelajar, dan berbagai organisasi pemberi beasiswa.

Ketua KOPIN (Konsorsium Pendidikan Islam Internasional), Ustadz Dr. Ali Saman Hasan, menjelaskan bahwa EduNation 2026 merupakan transformasi besar dari penyelenggaraan
sebelumnya yang masih berfokus pada skala nasional.

“EduNation tahun ini kami dorong menjadi platform pendidikan Islam internasional yang membuka akses lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk terhubung dengan institusi pendidikanglobal. Kami ingin menghadirkan sekolah-sekolah internasional, universitas dari Timur Tengah, Malaysia, hingga negara-negara lain untuk membuka peluang kolaborasi nyata,” jelasnya.

EduNation dirancang sebagai ruang interaksi antara siswa, tenaga pendidik, orang tua, serta institusi pendidikan untuk mendorong lahirnya ekosistem pembelajaran yang lebih kompetitif dan
berorientasi global.

Selain menghadirkan berbagai institusi pendidikan internasional, EduNation juga akan melibatkan organisasi pemberi beasiswa serta mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi keagamaan
Islam swasta melalui kemitraan strategis bersama berbagai organisasi pendidikan.

Menurut Ustaz Ali, kolaborasi antara EduNation dan Pekan Halal Indonesia merupakan langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda Indonesia melalui pendekatan yang
menghubungkan pendidikan dan nilai-nilai halal.

“Kami ingin Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pasar Muslim terbesar, tetapi juga sebagai pusat pendidikan Islam modern yang mampu melahirkan generasi berdaya saing global,”
tambahnya.

Penguatan kolaborasi ini juga didukung oleh data dan potensi nyata pengembangan ekonomi halal nasional.

Perwakilan KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah), Muhammad Quraisy, Ph.D. memaparkan bahwa Indonesia memiliki modalitas besar dalam pengembangan industri
halal, mulai dari tingginya konsumsi produk halal, kontribusi halal value chain terhadap perekonomian nasional, hingga pertumbuhan sertifikasi halal yang terus meningkat.

Saat ini, lebih dari 300 ribu sertifikat halal telah diterbitkan di Indonesia, disertai dengan berkembangnya berbagai kawasan industri halal di sejumlah wilayah seperti Bekasi, Banten, Kepulauan Riau, dan Jawa Timur.

Meski demikian, ia menilai masih terdapat tantangan fundamental yang perlu dijawab bersama. “Literasi masyarakat terkait halal dan ekonomi syariah masih perlu diperkuat. Banyak masyarakat
merasa sudah memahami konsep halal, padahal edukasi mengenai standar, sertifikasi, dan implementasinya masih sangat diperlukan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa halal kini bukan sekadar kewajiban normatif, tetapi telah berkembang menjadi jaminan kualitas, reputasi bisnis, serta faktor penting dalam membangun kepercayaan
konsumen di pasar global.Dalam konteks inilah, Pekan Halal Indonesia dan EduNation Festival dinilai menjadi platform strategis untuk menjembatani kebutuhan edukasi, promosi, kolaborasi, dan penguatan literasi halal secara lebih luas.

Dengan target puluhan ribu pengunjung dari kalangan pelaku industri, keluarga muda, pelajar, tenaga pendidik, komunitas, hingga buyer potensial, PHI 2026 dan EduNation Festival diharapkan
menjadi titik temu antara inovasi industri halal, pendidikan internasional, dan transformasi gaya hidup halal Indonesia.

Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan strategic partnership, ajang ini siap menghadirkan pengalaman pameran yang tidak hanya informatif dan inspiratif, tetapi juga membuka peluang nyata bagi masa depan ekosistem halal Indonesia.

Berikan Komentar Anda