UH-OOH!

The size of your web browser is too small for our website. Please consider resizing it bigger for best browsing experience.


Copyright © 2018 KISFM

Loading..

If Safety Was a Person, Maybe We’d Call Him ‘Ayah’

Ketika kamu mendengar kata ayah, apa yang pertama kali muncul? Is it the song he used to play? Something he said? Or maybe, the things he never did?
Ayah sering digambarkan sebagai nahkoda kapal atau pilot dalam keluarga. Sosok yang berdiri paling depan, memastikan semuanya selamat sampai tujuan. Ia mungkin tidak selalu hadir dalam kata, tapi hadir melalui langkah dan tanggung jawab yang ia jalankan setiap hari. Kita sering lupa bahwa ayah adalah sosok yang begitu kuat, yang rela memberikan dunianya agar anak dan keluarganya bisa membangun dunia mereka sendiri.

Tidak semua orang mengekspresikan cinta dengan cara yang sama.
Ada yang ditunjukkan lewat ucapan.
Ada yang lewat tindakan.
Ada yang lewat pemberian.
… dan ada juga yang lewat kehadiran dalam diam, yang maknanya baru terasa saat kita dewasa. It’s such a blessing if you can feel that kind of love.

Menjadi ayah bukanlah tugas yang mudah. It’s more than just working hard. Di tengah kesibukannya, sometimes the real challenge is staying emotionally close to the family. Karena pada akhirnya, rumah bukan cuma tentang apa yang ayah lakukan, tapi bagaimana ia hadir fully and genuinely. Not just around, but truly there.

Menjadi ayah adalah perjalanan belajar tanpa akhir. Anak bertumbuh dengan melihat, bukan hanya mendengar. Maka terus bertumbuh adalah bagian dari mencintai keluarga.
12 November is celebrated as National Father’s Day. Even though gratitude and appreciation should happen daily, this moment reminds us just how significant his presence really is.
KIS FM merayakan Hari Ayah Nasional dengan siaran khusus on air and live streaming sepanjang hari, menghadirkan berbagai narasi tentang ayah dari sudut pandang yang reflektif sekaligus edukatif. Para ayah yang diundang membagikan cerita menarik tentang bagaimana mereka berusaha hadir, di tengah realita bahwa semakin banyak ayah yang merasa jauh dari keluarga. Kami juga berbincang dengan profesional untuk membuka perspektif baru dan mengedukasi KIS Listeners mengenai hal-hal yang selama ini dianggap tabu di masyarakat.

Tamu yang hadir datang dari berbagai latar belakang. Indra Brasco berbagi tentang bagaimana ia belajar bukan hanya menjadi figur publik, tetapi juga menjadi tempat pulang yang hangat bagi keluarganya. Ario Pratomo seorang founder dari akun instagram @parentalk.id, berbagi tentang bagaimana ia hadir dan terlibat langsung dalam urusan rumah tangga. Dari perspektif medis, dr. Boy Abidin membuka wawasan mengenai kesehatan dan seksualitas dalam pernikahan. Reza Andhika Permana, seorang Praktisi Montessori sekaligus Content Creator, membahas tentang legacy yang ditinggalkan untuk anak. Bayu Oktara menyoroti peran ayah sebagai pendengar yang baik, sementara Airvan Hanafi mengingatkan bahwa di era digital, ayah juga bisa hadir sebagai content creator untuk membagikan cerita, belajar, dan bertumbuh bersama. It was such a heartwarming day.

Dengan merayakan Hari Ayah, KIS berharap tidak hanya menguatkan para ayah, tapi menjadi refleksi bersama bahwa ayah berperan penting dalam keluarga. Bukan hanya sebagai support system, tapi sebagai sosok yang membentuk cara kita merasa safe, grow, and understand what love really is. 

Saat ayah berusaha menjadi kuat, semoga kita juga belajar untuk melihat rapuhnya. He grows quietly so you can grow loudly.

[Gracia Zephaniah]

Berikan Komentar Anda